Kota yang Hujan Terlalu Lama

February 25, 2026

Di kota ini, hujan turun tanpa aba-aba.
Seperti rasa yang tidak pernah benar-benar berbicara.

Ia jatuh di atap halte,
di kaca jendela apartemen,
di pundakku yang pura-pura tegar.

Aku sering berjalan di trotoar yang sama denganmu,
entah bagaimana kita tiba di musim yang berbeda.

Kau seperti gedung-gedung tinggi itu.
Tegak, terang, tahu persis ke mana sinarmu benderang.

Aku genangan kecil di pinggir jalan.
Terbentuk sebentar.
Hilang ketika matahari datang. 

Setiap kali hujan turun,
aku sibuk memeriksa diriku.

Apakah aku terlalu basah oleh takut?
Apakah aku terlalu dingin oleh cemas?

Di antara klakson dan lampu merah,
Aku menghitung kata-kataku seperti ongkos parkir.
Menghapus yang terlalu jujur.
Menahan yang terlalu ingin. 

Sebab kota ini menyukai cahaya.
Orang-orang memilih yang paling terang.

Jika besok kota ini cerah,
aku takut kau akan melihat lebih jelas
betapa biasa aku sebenarnya.

Malam ini hujan turun lagi.
Riuh, lama.

Aku tidak lagi berlari mencari atap.
Aku berdiri saja.

Dan aku tak pernah tahu,
apakah kau akan tetap tinggal.
Aku sudah sekecil ini. 


(Sanur, Februari 2026)

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts