Aku sempat melihatmu lebih lama hari itu. Tidak ada yang berbeda.
Tapi di atas kepalamu, ada semburat perak yang pemalu. Seperti waktu yang tidak lagi mencoba ke mana-mana. Hanya tinggal, sudah terlalu lelah untuk berpindah.
Hal kecil, yang harusnya berlalu saja.
Dan memang tidak langsung berarti apa-apa.
Entah kenapa pandanganku tak kunjung teralih.
Aku mulai memperhatikan hal-hal yang terlampau fana.
Hal-hal yang sebelumnya tidak pernah tinggal.
Menetap terlalu lama, seperti kehilangan arah pulang. Dan entah sejak kapan, yang ringan tidak lagi benar-benar terasa ringan.
Seolah ada yang tertinggal, tanpa pernah terlihat.
Aku jadi lebih hati-hati.
Pada hal-hal yang bahkan belum sempat terjadi.
Lalu pikiran itu muncul begitu saja. Tanpa bisa dijelaskan:
Kuharap kau lahir sebagai Ayahku saja.
Supaya semua itu bisa dibiarkan ada.
Mungkin semuanya akan terasa lebih sederhana.
Atau setidaknya, tidak perlu dijaga sedemikian rupa.
Denpasar, 2026
Denpasar, 2026

