Dear Abang, For a long time, I carried this quiet guilt.Not because I wanted to go back, but because I felt like I had left too soon.Like I am wrong by choosing my own happiness.Like I owed you something more.Like I am the villain in a story I never meant to write.Time has a way of unraveling the truth.We were never meant to last.You...
Aku terbangun di kasurku yang sudah rusak. Yang pegasnya mencuat dan sisi dipannya tinggi sebelah. Tergesa aku ke kamar mandi, nyaris saja mengompol. Sekalian saja mandi pikirku. Di depan wastafel kugosok gigiku, sambil bercermin..Berdiri di belakangku, terpantul dari cermin, kutangkap:Botak.Tinggi.Telanjang.Asing.Mencium tengkuk dan bahuku gemas. Ia tertawa. Aku terpaku sesaat. Kurasakan hangat dari dalam rongga dada.Batinku seperti mengenalnya tapi asing di mataku. Kulanjutkan menggosok gigi.===“Lho, ini bajumu baru dipake...
Hari Lebaran Kedua. Di Piringku ada rendang dan sayur pecel. Rendangnya agak asin, tapi sayur pecelnya membuatku terharu. Aku menyesal, karena mengambil sayur pecel cuma sedikit. Lebih banyak rendangnya. Kamu juga melakukan kesalahan yang sama. Kita tertawa sambil mengutuk kebodohan remeh ini sampai tertidur. ===“Jadinya mundur lagi ya.. Syukurnya kamu mau mengerti.” “Ya, saya juga tidak mau terlalu menuntut. Apa kata nanti saja, tante. Mudah-mudahan dilancarkan.” “Kapan?” “Tidak tahu.” “Kapan?” “Nanti dulu.” Aku, kamu...
Maaf, cemaranya aku tebang. Maaf, cemaranya aku tebang. ...
Masih pukul delapan pagi tapi matahari agaknya tak sabar unjuk gigi. Begitu pun kamu, mulai tak sabar mencari teduh. Kakimu tersandung batu karang dan lututmu nyeri karena jarang olahraga. Kamu akhirnya menemukan tempat berteduh, gua karang yang dekat dengan bibir pantai. Entah memang dekat, atau air laut masih pasang. Pasir masih agak basah tapi tetap saja kamu merebahkan diri. Dia masih berdiri di...
Aku pulang, mendapati cemara kita yang cantik dan rimbun di halaman sudah ditebang. Bangkainya dibaringkan di samping pagar tetangga, berjejal bersama sampah perayaan tahun baru yang biasa saja. Kamu tidak di rumah. Rendangnya sebentar lagi matang, setelah kurapali doa yang tak henti kuharap kan meresap Setelah makan, biasanya aku akan mengadukan keluhku ke punggungmu, satu-satunya bagianmu yang mampu kuakrabi sebab mata dan bibirmu...
Bukan hanya patah hati yang membuatku jadi gloomy, tapi ada sesuatu dalam diri ini yang terasa tidak benar. Aku sering sakit dan tidak masuk kerja, padahal aku selalu merasa sehat. Hari ini aku bisa saja lari pagi lalu bekerja dan berkegiatan seperti biasanya, malamnya mendadak terkena serangan cemas yang tidak tahu darimana dan sulit tidur, kepalaku sibuk sekali. Entah apa penyebabnya lalu...